Theme Preview Rss
Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Fantastic Mr. Fox

Tak jauh dari sarang baru keluarga Mr. Fox, tinggal tiga petani dan peternak sukses. Boggis si Gendut sang peternak ayam, Bunce si kerdil sang peternak angsa, dan Bean si kurus sang peternak kalkun dan petani apel. Melihat hasil ternak dan pertanian mereka Mr. Fox tergoda untuk melakukan kejahatan yang telah lama ditinggalkannya. Namun ketika dia melakukan kejahatan itu, bencana datang menghampiri keluarga dan teman-temannya. Bersama Mrs. Fox, anak tunggalnya, Ash dan Kristoffersen sang keponakan, serta bantuan teman-temannya, Mr. Fox berhasil mengatasi bencana itu.

Biarpun kalah dari film animasi Up dalam penghargaan oscar, dan Golden Globe tapi buat guw film ini lebih menarik dan menyenangkan. Guw emang suka film animasi stop-motion gini, biasanya sih gambarnya lebih bagus dan kreatif.




Sedikit berbeda dengan film Fantastic Mr. Fox yang lebih dulu guw tonton, dalam versi buku karangan Roald Dahl(cerita aslinya) diceritakan tentang pengepungan sarang keluarga Mr. Fox dan Mrs. Fox dengan ke-empat anaknya oleh tiga petani musuhnya, Boggins, Bunce dan Bean. Tiga petani ini geram dengan kejahatan yang dilakukan Mr. Fox pada mereka. Dengan berbagai cara para peternak ini berusaha untuk menghancurkan sarang untuk menangkap Mr. Fox dan keluarganya. Namun dengan akal cerdiknya Mr. Fox dapat mengelabuhi tiga petani tersebut dan malah membuat pesta kemenangan bersama komunitas kecilnya di dalam tanah.






Mary and Max.

Mary adalah gadis Australia berumur 8 thn. Max seorang Amerika 44 thn yg tinggal di New York. Ketidaksengajaan menjadikan dua orang dari dua benua yg berbeda ini sahabat pena. meskipun jarak dan usia mereka jauh berbeda, tapi serial norbet dan coklat menyatukan mereka. Surat pertama Mary kepada Max yang begitu spontan, dengan sisipan gambar diri Mary, ayah dan ibu Marry, serta ayam peliharaannya, membuat Max tertarik dan cemas sekaligus. Begitu juga sebaliknya, balasan surat dari Max, membuat Mary menjadi semakin antusias untuk berbagi cerita, tanya, kegembiaraan, dan cokelat kepada Max. Tanpa terasa, persahabatan pena ini berlangsung sampai Mary dewasa. Dengan cerita yang tak terduga, film stop animation ini sungguh menarik untuk ditonton sampai akhir cerita.


Sometimes perfect strangers make the best friends