Theme Preview Rss

Srikaya

Seingatku kami tak pernah dengan sengaja membuang biji buah srikaya di halaman belakang, makan buah ini pun sepertinya tak pernah. Bahkan sepertinya di Jayapura ini aku belum pernah melihat buah srikaya. Sudah berbulan-bulan tanaman srikaya ini tumbuh di halaman belakang. Sebelum berbungapun aku sudah mengenali tumbuhan ini dari bentuk daunnya, makanya aku membiarkannya tumbuh. Sekarang telah muncul sebuah calon buah sebesar ibu jari dari batang tanaman yang baru mulai bercabang ini.
Hasil googling ternyata buah ini asli dari asia dan biasa disebut juga buah nona. Tak hanya buahnya yg bisa dikinsumsi, daun, akar dan biji buahnya memiliki bermacam manfaat juga, silahkan dilihat manfaatnya di tulisan ini

11 comments:

Rad Sujanto said...

Eh makasih komennya ttg layoutnya hehe

Aku juga sering makan srikaya. Soalny tetangga pny pohonnya juga jadi sering dkasih heheh

Enak ya! Kayak versi manisnya sirsak

gerandis said...

@rad : kalo di kampungku nenekku punya pohon srikaya, jd bisa metik sendiri

dweedy said...

Jaga aja mas, serikaya cepat dimakan kalelawar atau menghitam ._.

matahari said...

buah yg paling enak menurutku ini :)

riana said...

wuahhh...asyiknya, aku masih bersabar nunggu pohon srikayaku berbuah:)

gerandis said...

@dweedy : kalo biar gak dimakan kelelawar mungkin bisa aku bungkus, tp kalo biar gak mengering hitam aku gak tau gmn mencegahnya

@matahari : iya, aku juga suka

@mbak riana : wah punya juga, kyaknya punya banyak pohon buah ya mbak di rumah

Fenty Fahminnansih said...

kata ibu saya, buah ini namanya buah pilek :p

Anonymous said...

kayak pernah ngerasain ini deh.

--renotxa--

outbound di malang said...

halo gan,
tetap semangat tinggi ya untuk jalani hari ini ! ditunggu kunjungannya :D

titiw said...

Jangan-jangan ini bukan srikaya deh kak.. Aduh buah apa sih itu yang pahit.. bleeh.. lupa..

gerandis said...

@titiw : eh beneran kok ini srikaya, udah gedean skr :P

Post a Comment